SELAMAT BERGABUNG MEMBER BARU SMS INFO CENTRAL UNGGAS FARM

23 OKTOBER 2014---Sdr. EDI RUSNADI (PEDAGANG) dari MAJALENGKA---Sdr. YADI SEPTIADI (PEDAGANG) dari BANDUNG---Sdr. ACHMAD SYAPI'I (PEDAGANG) dari BREBES---Sdr. TRI MULYA TIRTAYA (PETERNAK) dari TRENGALEK---Sdr. UVANG PAUJAN (PEDAGANG) dari JAKARTA---Sdr. ACH. BUSIRI dari PAMEKASAN---Sdr. TUWO (PETERNAK) dari SIDRAP-SULSEL---Sdr. WINDA WINIARTI dari KUNINGAN - CIREBON---Sdr. ARIYANTO dari SOLO---Sdr. ADJI (PEDAGANG) dari TANGERANG-BANTEN---Sdr. ALE (PEDAGANG) dari JAWA BARAT---

PASTIKAN KEAKURATAN SUMBER INFORMASI ANDA LANGSUNG DARI SMS SERVER CENTRAL UNGGAS FARM
CENTRAL INFORMASI HARGA TELUR BLITAR
PROFESIONAL, INDEPENDEN DAN TERPERCAYA


PASTIKAN ANDA TIDAK KETINGGALAN INFORMASI HARI INI DENGAN MENJADI ANGGOTA SMS INFO

CARANYA

TRANSFER RP 50.000,-
ke REK BCA 0243945825 an DINA KUSUMAWATI
atau ke REK BRI 002101070559506 an DINA KUSUMAWATI
atau ke REK MANDIRI 1430005245293 an IWAN SETIAWAN
SMS NO HP ANDA KE 085755064745

KAMI AKAN MENGIRIMKAN SMS INFO HARGA TIAP HARI (HARGA PAGI, HARGA SIANG DAN SETIAP ADA PERUBAHAN HARGA)
UNTUK 1 BULAN KE NOMER HP ANDA

SMS INFO CENTRAL UNGGAS ACUAN STANDAR HARGA TELUR BLITAR

UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG SMS INFO HUB :
085755064745

| Official Website | http://www.central-unggas.com |

Jual Ayam Pelung

Ayam Pelung merupakan ayam peliharaan asal Cianjur, sejenis ayam asli Indonesia dengan tiga sifat genetik, yaitu suara berkokok yang panjang mengalun, pertumbuhannya cepat dan postur badannya yang besar. Secara fisik, ayam yang menjadi ciri khas Cianjur ini memang terkesan besar, beratnya saja bisa mencapai 5-6 kg untuk ayam jantan dewasa dan tingginya antara 40 sampai 50 centimeter.

Dengan kelebihan itulah ayam pelung sering dijadikan arena kontes untuk dinilai, baik dari bentuk, warna dan suaranya. Pada mulanya kontes ini diselenggarakan antar teman yang sama-sama penggemar ayam pelung. Dahulu ajang ini disebut kongkur (conqour) dan sampai sekarang sebutan tersebut masih sering dipakai.

Kongkur biasanya diadakan antara bulan April sampai Juni dan diadakan di lapangan yang luas dan rimbun dari pepohonan serta tidak berisik. Biasanya setiap penyelenggaraan kongkur selalu ramai disaksikan oleh penduduk setempat. Kriterian penilaian mulai dari kesehatan, bentuk, umur, dan suara. Secara fisik ayam pelung tidak terlalu beda dengan ayam kampung biasa, yang menjadi ciri khas dan keunikan ayam pelung ini adalah suara berkokoknya. Bila ayam ini dirawat dan dilatih dengan baik, maka akan menghasilkan suara berkokoknya yang begitu merdu didengar. Ada yang berkokok dengan suara yang panjang, ada yang berirama dan ada juga yang bersuara unik di tengah kukurannya, contohnya “ela-elu-ela” “oooooook”

Kelebihan inilah yang menjadikan ayam pelung dikenal banyak orang, bahkan sampai keluar negeri. Untuk itulah, guna melestarikan dan mengangkat nama ayam pelung ini serta untuk memberikan daya tarik daerah, setiap tahun diadakan kontes ayam pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Ayam pelung terbaik yang menjadi juara kontes harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Sejarah Ayam Pelung
Ada dua pendapat yang menyatakan tentang asal muasal dari ayam pelung ini. Pertama, ayam pelung mulai dipelihara dan dikembang biakan pada tahun 1850 oleh seorang Kiai bernama H. Djarkasih, seorang penduduk Desa Bunikasih, Kecamatan Warung Kondang. Suatu ketika ia bermimpi bertemu dengan Eyang Suryakancana, yang merupakan putera Bupati Cianjur pertama. Dalam mimpi tersebut H. Djarkasih disuruh Eyang Suryakancana mengambil seekor ayam jantan yang disimpan di suatu tempat. Keesokan harinya saat sedang mencangkul di kebun, ia menemukan seekor anak ayam jantan yang besar dan tinggi. Kemudian ayam itu dipelihara dan setahun kemudian kokoknya terdengar enak dan berirama merdu.

Pendapat yang kedua, menyatakan bahwa pada 1940 seorang penduduk Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang yang bernama H. Kosim sedang bertamu kepada Gurunya. Saat itulah ia melihat seekor ayam betina sedang bersama anak-anaknya. Salah satu anak ayam tersebut terlihat berbeda, terlihat lebih besar, tinggi dan berbulu jarang. Kemudian ayam tersebut dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga menghasilkan suara yang merdu.

Kini ayam pelung sudah banyak dikembangbiakkan di daerah pedesaan di Cianjur. Untuk mendapatkan bibit ayam ini bisa datang ke Kecamatan Warungkondang, Pacet, Cugenang, Cianjur dan Cempaka. Sedangkan untuk mendapatkan ayam pelung yang sudah menghasilkan suara bagus, Anda harus merogoh kocek lumayan besar, karena harganya bisa mencapai 10-20 juta per ekor. Sedangkan untuk ayam betinanya yang masih berproduksi bernilai 500 ribu sampai 800 ribu. Harga yang tidak murah bila dibandingkan dengan ayam biasa. Tapi bagi yang hobi dan mencintai keunikan, harga ayam pelung ini sudah sebanding dengan kelebihannya



Sumber:
http://www.puncakview.com